Home / Glossarium / Export Price Index (MoM)
Event Makro Ekonomi Currency: USD Impact: medium Views: 5

Export Price Index (MoM)

Export Price Index (MoM) USD adalah perubahan bulanan harga barang dan jasa yang dijual dari AS ke pembeli luar negeri menurut BLS, indikator penting untuk membaca tekanan harga eksternal, daya saing ekspor, dan inflasi perdagangan.
Pair yang Terdampak
Pair Arah (Aktual > Forecast) Sensitivitas
EUR/USD turun ★★★☆☆
GBP/USD turun ★★★☆☆
USD/JPY naik ★★★☆☆
USD/CHF naik ★★★☆☆
AUD/USD turun ★★☆☆☆
USD/CAD naik ★★☆☆☆
NZD/USD turun ★★☆☆☆
XAU/USD turun ★★☆☆☆
Histori Actual vs Forecast/Previous
Last 12
ActualForecast/Previous Terakhir: 16 Jun 26 1.3 0.775 0.25 -0.275 -0.8 09 Okt 15Actual: -0.7Forecast/Previous: -0.211 Mar 16Actual: -0.4Forecast/Previous: -0.512 Apr 16Actual: 0Forecast/Previous: -0.212 Mei 16Actual: 0.5Forecast/Previous: 0.114 Jun 16Actual: 1.1Forecast/Previous: 0.313 Jul 16Actual: 0.8Forecast/Previous: 0.311 Agt 16Actual: 0.2Forecast/Previous: 014 Sep 16Actual: -0.8Forecast/Previous: 0.113 Okt 16Actual: 0.3Forecast/Previous: 015 Nov 16Actual: 0.2Forecast/Previous: 0.213 Des 16Actual: -0.1Forecast/Previous: -0.216 Jun 26Actual: 1.3Forecast/Previous: 1.2

Apa itu Export Price Index (MoM)?

Export Price Index (MoM) untuk USD mengukur perubahan bulanan harga barang dan jasa yang dijual oleh penduduk AS kepada pembeli luar negeri. Data ini diterbitkan oleh Bureau of Labor Statistics (BLS) melalui International Price Program (IPP) dalam rilis U.S. Import and Export Price Indexes. Karena indikator ini fokus pada harga transaksi ekspor, pasar memakainya untuk membaca tekanan harga dari sisi perdagangan internasional dan arah biaya yang berkaitan dengan ekspor AS.

Secara praktis, Export Price Index (MoM) membantu trader melihat apakah harga ekspor AS sedang meningkat, stabil, atau menurun dari bulan sebelumnya. Kenaikan tajam dapat mencerminkan naiknya harga komoditas, bahan industri, atau produk manufaktur ekspor, sementara penurunan bisa mengindikasikan melemahnya pricing power eksportir AS atau berubahnya komposisi perdagangan.

Sumber resmi dan cara lembaga penerbit mendefinisikannya

Menurut FAQ resmi BLS untuk Import/Export Price Indexes, U.S. Export Price Indexes mengukur perubahan dari waktu ke waktu pada harga barang atau jasa yang dijual kepada pembeli asing oleh penduduk AS. BLS juga menjelaskan bahwa indeks ini digunakan bersama CPI dan PPI sebagai bagian dari program utama pengukuran perubahan harga di ekonomi AS.

Dalam technical note BLS, indeks harga ekspor barang diklasifikasikan menggunakan Harmonized Schedule B milik U.S. Census Bureau. Harga yang digunakan umumnya adalah harga transaksi free alongside ship (f.a.s.) factory atau free on board (f.o.b.), tergantung praktik industri. BLS juga menegaskan bahwa indeks barang impor dan ekspor menggunakan modified Laspeyres formula, direvisi bulanan hingga tiga bulan setelah rilis awal, dan secara umum tidak seasonally adjusted.

Mengapa Export Price Index (MoM) penting untuk USD?

Export Price Index penting untuk USD karena indikator ini memberi sinyal tentang tekanan harga dari sisi perdagangan luar negeri AS. Jika harga ekspor naik, pasar dapat menilai bahwa eksportir AS memiliki pricing power lebih baik atau bahwa harga komoditas dan barang industri sedang menguat. Hal ini bisa memengaruhi ekspektasi inflasi, terms of trade, dan dalam konteks tertentu persepsi terhadap daya saing ekspor AS.

Walaupun dampaknya ke USD biasanya tidak sebesar CPI atau PCE, surprise besar pada Export Price Index tetap relevan, terutama bila sejalan dengan pergerakan import prices, producer prices, atau harga energi global. Trader juga mengamati data ini sebagai pelengkap untuk menilai apakah tekanan harga eksternal sedang mengalir ke inflasi domestik dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed.

Contoh rilis resmi terbaru

Dalam rilis U.S. Import and Export Price Indexes - May 2026 yang diterbitkan BLS pada 16 Juni 2026 pukul 8:30 a.m. ET, harga ekspor AS tercatat naik 1.3% MoM setelah naik 3.5% pada bulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa tekanan harga ekspor masih berlanjut, meski lajunya melambat dari lonjakan April. Bagi trader, kombinasi headline bulanan, rincian agricultural versus nonagricultural exports, dan tren tahunan membantu menilai apakah kenaikan tersebut bersifat luas atau hanya didorong segmen tertentu.

Cara membaca actual vs forecast

KondisiMakna UmumBias USD
Actual > ForecastHarga ekspor naik lebih kuat dari perkiraan, menandakan tekanan harga perdagangan dan pricing power ekspor lebih tinggiBullish ringan USD
Actual < ForecastHarga ekspor lebih lemah dari perkiraan, menandakan tekanan harga eksternal berkurang atau daya tawar eksportir melemahBearish ringan USD
Actual ≈ ForecastHasil sesuai ekspektasi, sehingga dampak langsung ke USD biasanya terbatasNetral

Apa yang biasanya dicermati trader?

  • Headline MoM all exports untuk melihat perubahan harga ekspor secara umum dari bulan sebelumnya.
  • Perbandingan dengan Import Price Index untuk membaca tekanan harga perdagangan dua arah.
  • Rincian agricultural vs nonagricultural exports guna menilai apakah perubahan didorong komoditas atau sektor yang lebih luas.
  • Kontribusi energi, bahan industri, dan manufaktur yang sering memengaruhi volatilitas headline.
  • Revisi data bulan sebelumnya karena BLS dapat merevisi data selama tiga bulan setelah publikasi awal.

Kenapa indikator ini penting untuk tema inflasi perdagangan dan daya saing ekspor?

Export Price Index (MoM) penting untuk tema inflasi perdagangan karena mengukur perubahan harga pada barang dan jasa yang dijual keluar dari AS. Indikator ini juga relevan untuk tema daya saing ekspor karena perubahan harga ekspor memengaruhi posisi produk AS di pasar global. Kenaikan harga yang terlalu cepat dapat menekan daya saing, tetapi juga bisa menandakan permintaan global yang kuat atau kenaikan harga komoditas yang menopang nilai ekspor.

Kesimpulan untuk trader Forex

Bagi trader Forex, Export Price Index (MoM) adalah indikator pendukung untuk membaca tekanan harga eksternal AS dan sinyal awal terkait inflasi perdagangan. Data yang lebih tinggi dari perkiraan cenderung memberi bias positif ringan pada USD, terutama jika didukung oleh Import Price Index, PPI, atau pergerakan komoditas global yang searah. Namun, karena pengaruhnya biasanya lebih kecil dari data inflasi utama, trader sebaiknya membaca indikator ini dalam konteks rangkaian data harga lainnya.

Sumber resmi

Dampak terhadap USD

Secara umum, hasil yang lebih kuat dari referensi (forecast/previous) cenderung mendukung USD, sementara hasil yang lebih lemah cenderung menekan USD. Besarnya reaksi dipengaruhi konteks dan sensitivitas pasar.

Kondisi Rilis

Kondisi RilisDampak USDReferensi
Aktual > ReferensiCenderung menguatForecast (konsensus) atau Previous bila forecast kosong
Aktual = ReferensiReaksi minimalFokus ke detail rilis dan konteks pasar
Aktual < ReferensiCenderung melemahForecast (konsensus) atau Previous bila forecast kosong

Cara trader membaca (praktikal)

  • Bandingkan Aktual vs Forecast; jika forecast kosong, gunakan Previous sebagai referensi.
  • Perhatikan apakah rilis mengubah ekspektasi kebijakan bank sentral (pricing suku bunga).
  • Konfirmasi lewat reaksi yield/spread dan pergerakan pair berbasis USD.

Cara Trader Menyikapi

Sebelum rilis: spread cenderung melebar; siapkan skenario dan level invalidasi.

Saat rilis: fokus pada deviasi (surprise) terhadap referensi (forecast/previous) dan reaksi yield/FX.

Pasca rilis (5–30 menit): tunggu konfirmasi arah, lalu cari entry berdasarkan struktur/pullback.

Pilar Signal Engine

Dalam platform Signal Engine, event kuantitatif diproses pada Pilar Makro/Fundamental sebagai surprise (Aktual vs Forecast, atau Aktual vs Previous bila forecast kosong). Skor ini berkontribusi pada Macro Bias Score USD dengan bobot decay temporal.

Kaitannya dengan kebijakan

Rilis kuantitatif biasanya dibaca dalam konteks inflasi, pertumbuhan, dan kondisi finansial. Dampak pasar sering muncul saat rilis mengubah ekspektasi langkah kebijakan berikutnya.