Home / Glossarium / Average Weekly Hours
Event Makro Ekonomi Currency: USD Impact: medium Views: 7

Average Weekly Hours

Average Weekly Hours adalah rata-rata jam kerja mingguan pekerja swasta nonfarm AS. Trader memantau data ini sebagai sinyal awal labour demand karena perusahaan sering mengubah jam kerja sebelum menambah atau mengurangi headcount.
Pair yang Terdampak
Pair Arah (Aktual > Forecast) Sensitivitas
EUR/USD turun ★★★★☆
GBP/USD turun ★★★☆☆
USD/JPY naik ★★★★☆
USD/CHF naik ★★★☆☆
AUD/USD turun ★★★☆☆
NZD/USD turun ★★★☆☆
USD/CAD naik ★★★☆☆
XAU/USD turun ★★★☆☆
Histori Actual vs Forecast/Previous
Last 36
ActualForecast/Previous Terakhir: 03 Apr 26 34.6 34.5 34.4 34.3 34.2 05 Des 14Actual: 34.6Forecast/Previous: 34.609 Jan 15Actual: 34.6Forecast/Previous: 34.606 Feb 15Actual: 34.6Forecast/Previous: 34.606 Mar 15Actual: 34.6Forecast/Previous: 34.603 Apr 15Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.608 Mei 15Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.505 Jun 15Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.502 Jul 15Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.507 Agt 15Actual: 34.6Forecast/Previous: 34.504 Sep 15Actual: 34.6Forecast/Previous: 34.502 Okt 15Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.606 Nov 15Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.504 Des 15Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.508 Jan 16Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.504 Mar 16Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.601 Apr 16Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.506 Mei 16Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.508 Jul 16Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.405 Agt 16Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.402 Sep 16Actual: 34.3Forecast/Previous: 34.502 Des 16Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.403 Feb 17Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.310 Mar 17Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.407 Apr 17Actual: 34.3Forecast/Previous: 34.405 Mei 17Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.402 Jun 17Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.407 Jul 17Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.404 Agt 17Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.501 Sep 17Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.506 Okt 17Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.403 Nov 17Actual: 34.4Forecast/Previous: 34.408 Des 17Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.405 Jan 18Actual: 34.5Forecast/Previous: 34.502 Feb 18Actual: 34.3Forecast/Previous: 34.520 Nov 25Actual: 34.2Forecast/Previous: 34.203 Apr 26Actual: 34.2Forecast/Previous: 34.3

Apa itu Average Weekly Hours?

Average Weekly Hours mengukur rata-rata jumlah jam kerja per minggu bagi pekerja pada sektor private nonfarm payrolls di Amerika Serikat. Data ini dipublikasikan oleh U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) sebagai bagian dari rilis Employment Situation dan juga tampil dalam tabel Employment and Earnings Table B-2a.

Meskipun sering kalah populer dibanding Nonfarm Payrolls atau Average Hourly Earnings, indikator ini penting karena jam kerja sering berubah lebih dulu sebelum perusahaan mengubah jumlah pekerja. Dalam praktik pasar, Average Weekly Hours sering diperlakukan sebagai sinyal awal apakah labour demand masih kuat, mulai melambat, atau justru membaik kembali.

Mengapa penting untuk USD?

Dampak Average Weekly Hours terhadap USD datang dari pesan yang dibawanya tentang permintaan tenaga kerja dan momentum ekonomi. Jika jam kerja bertahan tinggi atau naik, pasar dapat menilai perusahaan masih membutuhkan kapasitas kerja yang kuat. Itu bisa mendukung USD karena memberi sinyal aktivitas ekonomi belum melemah dan mengurangi urgensi pelonggaran cepat dari Federal Reserve.

Sebaliknya, jika jam kerja turun, pasar bisa membaca bahwa perusahaan mulai memangkas kapasitas kerja sebelum menyesuaikan headcount. Sinyal ini dapat menekan USD jika konsisten dengan payroll yang melambat, kenaikan unemployment rate, atau pelemahan wage growth. Karena itu, Average Weekly Hours sering dibaca bersama Nonfarm Payrolls, Unemployment Rate, Average Hourly Earnings (MoM), dan Average Hourly Earnings (YoY).

Apa yang biasanya dibaca trader?

  • Aktual vs Forecast: perubahan kecil seperti 0.1 jam bisa tetap penting jika mengubah tren beberapa bulan.
  • Previous dan revisi: trader melihat apakah penurunan atau kenaikan bulan sebelumnya direvisi karena itu memengaruhi pembacaan tren labour demand.
  • Konteks dengan payroll: payroll yang masih kuat tetapi jam kerja turun kadang dibaca sebagai peringatan dini bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum.
  • Konteks dengan wages: kenaikan jam kerja dan upah yang sama-sama kuat lebih mendukung USD dibanding salah satunya saja.
  • Konfirmasi lewat yields: dampak paling jelas biasanya muncul jika perubahan jam kerja ikut menggeser US Treasury yields dan pricing Fed funds.

Cara membaca dampaknya ke pasar

Jika Average Weekly Hours lebih tinggi dari perkiraan atau naik setelah periode lemah, pasar biasanya membaca bahwa perusahaan masih mempertahankan intensitas kerja. Hal ini dapat mendukung USD, terutama jika bersamaan dengan payroll yang kuat dan unemployment rate yang stabil.

Jika hasilnya lebih lemah dari perkiraan atau turun konsisten, pasar dapat menilai labour demand mulai mendingin. Itu cenderung menekan USD, terutama bila sinyal tersebut diperkuat oleh payroll yang lebih lemah, unemployment rate yang naik, atau wages yang kehilangan momentum.

Sumber resmi

Sumber resmi ini membantu trader memeriksa headline jam kerja, membandingkannya dengan data payroll dan wages, serta menilai apakah sinyal labour market masih solid atau mulai melemah.

Dampak terhadap USD

Jika Average Weekly Hours lebih kuat dari perkiraan atau kembali naik, USD cenderung mendapat dukungan karena pasar membaca aktivitas kerja dan labour demand masih cukup kuat. Sebaliknya, jam kerja yang turun lebih cepat dari perkiraan dapat menekan USD bila pasar menilai perusahaan mulai mengurangi kapasitas kerja sebelum memangkas headcount. Dampaknya paling jelas ketika perubahan jam kerja tersebut memperkuat sinyal dari Nonfarm Payrolls, Unemployment Rate, dan pergerakan US Treasury yields.

Kondisi Rilis

Kondisi rilisDampak USDApa yang dibaca pasar
Aktual di atas forecast / previousCenderung mendukungPasar membaca perusahaan masih mempertahankan atau menambah jam kerja; ini bisa dilihat sebagai sinyal labour demand belum melemah
Aktual sejalan dengan ekspektasiReaksi minimalBiasanya pasar menggabungkannya dengan payroll, unemployment rate, dan wages untuk menilai apakah pesan keseluruhan labour market berubah
Aktual di bawah forecast / jam kerja turunCenderung menekanPasar membaca perusahaan mulai mengurangi jam sebelum menyesuaikan headcount; ini bisa dipandang sebagai sinyal awal pendinginan labour market

Catatan: Average Weekly Hours sering dianggap indikator leading dalam paket payroll karena perusahaan kerap mengubah jam kerja lebih dulu sebelum mempercepat hiring atau mulai mengurangi tenaga kerja. Karena itu, pergeseran kecil seperti 0.1 jam bisa tetap penting.

Cara trader membaca (praktikal)

  • Mulai dari Aktual vs Forecast, lalu cek Previous dan revisinya. Perubahan kecil dalam jam kerja bisa relevan bila mengubah arah tren beberapa bulan.
  • Jangan baca angka ini sendirian. Pasar biasanya memasangkannya dengan Nonfarm Payrolls, Unemployment Rate, dan wage data untuk menilai apakah pelemahan atau penguatan labour market bersifat luas.
  • Pahami logikanya: perusahaan sering mengurangi atau menambah hours worked sebelum mengubah jumlah pekerja. Karena itu, Average Weekly Hours dapat menjadi petunjuk awal terhadap arah payroll berikutnya.
  • Perhatikan konteks sektor dan siklus. Penurunan jam kerja saat payroll masih terlihat solid kadang dibaca sebagai tanda bahwa permintaan tenaga kerja mulai mendingin di balik headline.
  • Konfirmasi lewat US Treasury yields dan pasangan seperti USD/JPY atau EUR/USD. Dampak biasanya lebih kuat jika perubahan jam kerja bergerak searah dengan surprise di payroll dan wages.

Cara Trader Menyikapi

Sebelum rilis: spread cenderung melebar; siapkan skenario dan level invalidasi.

Saat rilis: fokus pada deviasi (surprise) terhadap referensi (forecast/previous) dan reaksi yield/FX.

Pasca rilis (5–30 menit): tunggu konfirmasi arah, lalu cari entry berdasarkan struktur/pullback.

Pilar Signal Engine

Dalam platform Signal Engine, event kuantitatif diproses pada Pilar Makro/Fundamental sebagai surprise (Aktual vs Forecast, atau Aktual vs Previous bila forecast kosong). Skor ini berkontribusi pada Macro Bias Score USD dengan bobot decay temporal.

Kaitannya dengan kebijakan

Bagi pasar AS, Average Weekly Hours membantu menilai apakah permintaan tenaga kerja masih cukup kuat atau mulai melunak di bawah permukaan. Jika jam kerja bertahan tinggi atau naik, pasar bisa membaca perusahaan masih membutuhkan kapasitas tenaga kerja yang solid, yang mendukung narasi pertumbuhan dan dapat menahan proses pelonggaran kebijakan Federal Reserve. Jika jam kerja turun konsisten, pasar lebih mudah menilai labour demand mulai mendingin dan risiko perlambatan bertambah, terutama bila sinyal itu dikonfirmasi oleh payroll yang melambat, kenaikan unemployment rate, atau pelemahan wages.